Kenapa rasa takut itu bisa dialami. Ketaui pengobatan coulrophobia pada diri anda.

Jika kita masih bisa mengendalikan rasa takut, maka pengobatan tidak perlu dilakukakn dalam hal ini Namun, bila ketakutan tersebut sudah masuk ke dalam kategori fobia yang cukup traumatis, kita harus segera lakukan pengobatan secara khusus untuk memperbaiki kondisi mental dan emosional. Jika diperlukan, obat-obatan bisa diberikan untuk mengatasi gejala kecemasan dan kepanikan yang kerap menghantui diri saat berpikiran mengenai badut. Meski begitu, konsumsi obat hanya diberikan di awal perawatan. Jadi, ini bukan merupakan jaminan pengobatan untuk jangka panjang namun bersifat sementara. Cara lain untuk melakukan pengobatan coulrophobia bisa dilakukan dengan rutin melakukan perawatan sederhana di rumah. Misalnya dengan latihan pernapasan, yoga, meditasi, atau menulis jurnal harian.

Selain itu, kita juga bisa mengunjungi terapis untuk menjadwalkan konseling secara berkala. Di sini, terapis yang akan menentukan terapi yang sesuai dengan keparahan fobia kita.[1] “dilansir dari laman Klikdokter” Coulrofobia merupakan kondisi di mana seseorang mengalami rasa takut yang berlebih terhadap badut. Kondisi ini paling sering dialami oleh anak-anak. Meski demikian, remaja dan orang dewasa juga dapat mengalaminya. Seseorang untuk melakukan pengobatan coulrofobia juga bisa menggunakan metode yang ekstrem dalam kehidupan personalnya untuk menghindari badut. Begitu juga saat terekspos pada situasi yang memicu stres, mereka akan mencari jalan keluar yang paling cepat untuk menghindar dari situasi tersebut. beberapa penyebab terjadinya coulrofobia belum dapat diketahui secara pasti. Namun, beberapa pakar menyebutkan bahwa coulrophobia dapat timbul akibat kombinasi dari pengalaman traumatis dan pemahaman yang menyebabkan rasa takut yang irasional terhadap badut.

Walaupun banyak anak-anak menganggap badut sebagai karakter yang lucu dan menyenangkan, orang dewasa yang telah menonton film horor dengan tema badut dapat memiliki perspektif yang sebaliknya. Coulrofobia, walau pun sering kali terinisiasi dari pengalaman personal yang negatif, juga dapat dicetuskan oleh pencitraan media yang negatif. Badut merupakan tema yang relatif umum diangkat pada film atau cerita horor, dan sering kali dikaitkan dengan faktor menakutkan oleh media. Ada beberapa gejala yang khas ketika seseorang dengan Coulrophia dihadapkan dengan phobianya. Berikut diantaranya:

  1. Pusing, gemetar, dan detak jantung meningkat
  2. Mual, rasa seperti ingin muntah dan tidak nyaman pada perut gejala ini bisa terjadi karena akibat makan terlalu banyak atau masalah dengan tubuh lainnya.
  3. Gelisah atau cemas
  4. Takut akan kematian
  5. Sesak napas, kondisi ketika kita kesulitan dalam bernapas atau tidak cukup mendapat asupan udara.
  6. Rasa tidak nyata, terjadi ketika seseorang terus-menerus atau berulang kali memiliki perasaan bahwa hal-hal di sekitarnya adalah tidak nyata.
  7. Berkeringat lebih atau dingin

Menurut dr Melanie Phelps, seorang psikolog, mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor terjadinya untuk mengalami Coulrophobia hingga harus dilakukan pengobatan coulrophobia tersebut. Salah satunya karena sejak kecil kita mengenal tampilan orang-orang sekitar dan melihat mereka dengan wajah manusia yang aman dan ramah. “Badut memiliki fitur yang tidak alami, besar, berlebihan dan terdistorsi. Karenanya tidak cocok dengan pola ‘aman, ramah manusia’ yang telah kita buat dalam pikiran kita,” sehingga rasa takutpun ada. Riasan wajah badut dengan latar putih, bibir merah yang lebar, dan senyum atau ekspresi berlebihan dianggap menutupi kondisi emosional yang sebenarnya. Banyak orang yang akhirnya merasa terancam, takut, dan panik karena tidak bisa melihat.[2]


[1] Sumber referensi Hellosehat.com

[2] Sumber referensi Health.detik.com

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *